PT Kudeungoe Sugata Indonesia Bantu Petani Kakao Bantaeng

BANTAENG, FT — Kolektor petani coklat yang berasal dari tiga kabupaten, Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, mendapat bantuan berupa uang tunai dari PT Kudeungoe Sugata Indonesia, yang diserahkan oleh Bupati Bantaeng.
Sekadar diketahui, PT Kudeungoe Sugata Indonesia bergerak di bidang pertanian berkelanjutan, perdagangan etis, serta rantai pasok komoditas kakao dan kopi.
Kabupaten Bantaeng termasuk salah satu daerah penghasil kakao dan kopi di Sulawesi Selatan. “Daerah kita termasuk penghasil kakao. Karena tanaman ini mudah pertumbuhan dan perawatannya”, ujar Subhan, petani kakao.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng, Mahyuddin, mengatakan, kakao dan kopi merupakan komoditas unggulan Kabupaten Bantaeng. “Ada dua unggulan Kabupaten Bantaeng sektor pertanian, yaitu, kakao dan kopi”, katanya, Jumat (16/10/2026).
Mahyuddin mengatakan, untuk jenis tanaman kakao, dapat dijumpai di hampir seluruh perkebunan, baik dataran rendah maupun dataran tinggi. Kecuali kopi, selain seluruh dataran tinggi, juga bisa ditemukan di sebagian wilayah Kecamatan Gantarangkeke.

Atas dasar inilah, Bupati Bantaeng, Muhammad Fathul Fauzi Nurdin, mempromosikan daerahnya melalui dua produk unggulan di sektor pertanian tersebut, sehingga Bantaeng dilirik oleh investor yang bergerak dibidang perdagangan hasil pertanian.
• Sekolah Penerima Dana Revitalisasi Lingkup Dikbud Bantaeng
• Kemarau Panjang, Bupati Bantaeng Shalat Istisqa Bersama Masyarakat
• Selamatkan Motor, Mantan Kepala Desa Kaloling Bergumul Pencuri
• Ricuh, Kabag Kesra Dituding Picu Kisruh Pengurus Masjid Agung Syekh Abdul Gani
• BPK Akan Periksa Laporan Keuangan Pemkab Bantaeng
Dikatakan Bupati, setiap tahunnya, petani Bantaeng rata-rata menghasilkan coklat sebanyak 2.400 ton. Namun, tahun ini hasil panen menurun akibat kemarau panjang.
Penyerahan bantuan ini dihadiri Direktur Kepala Pemasaran Puratos Indonesia Era Susanti, Kepala Dinas Pertanian Mahyudin, Camat Pajukukang, Kepala Desa Nipa-Nipa, dan para petani.
Adapun besaran bantuan tersebut senilai Rp.609.000.000, diserahkan pada hari Rabu (14/10/2026). Dengan bantuan ini, Bupati berharap dapat meningkatkan produktifitas atau setidaknya mempertahankan kualitas kakao.
“Alhamdulillah coklat kita sudah diakui kualitasnya. Ini bukti kualitas petani kita sudah tidak diragukan. Jika mutunya terjamin, kesejahteraan para petani Insyallah pasti naik juga”, ucapnya.
