Kemarau Panjang, Petani di Bantaeng Gagal Panen

BANTAENG, FT — Dampak kemarau panjang sangat dirasakan oleh petani dan peternak, khususnya di Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan.
Muhammad Ishak Hasan, tokoh masyarakat yang berprofesi sebagai petani, beralamat di Jalan Hasanuddin, Kelurahan Bonto Rita, Kecamatan Bissappu, mengatakan padi yang ditanam di sawahnya gagal panen. “Sawah saya gagal panen”, akunya, Kamis (08/10/2026).
Menurutnya, bukan hanya dia mengalami kerugian karena gagal panen, tapi semua yang bertetangga dengan sawah milikinya juga terdampak. “Semua yang satu area dengan sawah saya gagal panen”, ujarnya.
Petani lainnya, Misi, warga Tala-tala, Kelurahan Bonto Rita, mengungkapkan bahwa sejumlah petani yang tergabung dalam beberapa kelompok tani, mengalami gagal panen.
Kata dia, hanya sebagian kecil yang berupaya mengairi sawahnya menggunakan mesin pompa air bertenaga listrik. “Ada petani yang membeli mesin sendiri untuk mengangkat air dari sumur bor kemudian dialirkan ke sawahnya”, terangnya.
• Surat Keberatan Mutasi Mantan Asisten III Setda Bantaeng Dinilai Salahi Tata Naskah Kedinasan
• Kadis Dikbud Bantaeng Diperiksa di Polres Jeneponto
• Mantan Legislator Empat Periode, Sesalkan Rekomendasi Pencopotan Direktur PDAM Bantaeng
• Bersama Masyarakat Biangloe, Bupati Bantaeng Bersihkan Irigasi
• Terduga Pencuri Kabur, GPPM dan FAP Kalba Siap Beraksi
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng, Mahyuddin, mengatakan, sekitar 662,04 hektar sawah terancam gagal panen.
