FT
FAJAR TIMUR
AKURAT • BERIMBANG • TERPERCAYA
TRENDING NOW Rekomendasi DPRD Terjawab, Rapat Pengurus Masjid Agung Dilaksanakan • Kisruh SK Pengurus Masjid Agung Berlanjut, Dewan Ancam tak Bahas APBD Pokok • Hari Ini Batal Aksi ke DPRD, Warga dan Jamaah Masjid Agung Syekh Abdul Gani Atur Strategi • MUI Bantaeng Latih Kompetensi Da'i Menuju Dakwah Wasathiyah • Massa KALBA dan GPPM Minta Pencuri Bertobat • KALBA dan GPPM Minta Pencuri Bertobat • Soal Kepengurusan Masjid Agung Syekh Abdul Gani, Warga Bissampole Ancam Aksi Damai • Video RDP DPRD Aktivis - Direktur PDAM • Aktivis PDAM Tuding Oknum Pejabat PDAM Pakai Ijazah Palsu • Bupati Ikuti Verifikasi Penyelenggaraan Pengarusutamaan Gender • ?>
JADWAL JADWAL SHALAT HARI INI • Memuat...

KALBA dan GPPM Minta Pencuri Bertobat

, 31 Oktober 2026 - 22:52 WITA

BANTAENG, FT — Nama KALBA yang pernah menjadi momok menakutkan bagi penjahat (pencuri), kian mengukuhkan keberadaannya di tengah-tengah masyarakat. Untuk kedua kalinya, komunitas massa peduli Kamtibmas ini bersama Gerakan Peduli Pembinaan Masyarakat (GPPM) Kabupaten Bantaeng, melakukan pawai.

Pada Sabtu (31/10/2026) sekitar 1,000 orang bergabung melintasi desa di tiga kecamatan, yakni Pa’jukukang dan Gantarangkeke dan Tompobulu. Di sepanjang perjalanan orator sekaligus inisiator KALBA, Hasanuddin, meminta masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban.

Hal yang menarik dari orasi Hasanuddin adalah, menyerukan kepada pencuri atau yang merasa pernah berprofesi sebagai pencuri untuk segera bertobat, berhenti mencuri. Hasanuddin yang juga anggota DPRD Bantaeng ini, mengimbau kepada pelaku garong agar mendatangi kantor polisi terdekat lalu membuat pernyataan, bertobat, “berhenti mencuri”.

Iring-iringan massa ini bahkan berhenti di beberapa perkampungan yang ramai. Orator menyampaikan pesan-pesan yang mengundang simpati masyarakat. Hasanuddin bernostalgia, bahwa di awal terbentuknya massa KALBA (Kaloling, Layoa, Bajiminasa), komunitas ini memberikan rasa aman kepada masyarakat dari bahaya pencurian. Dimana, kata dia, ketika tidak ada lagi pencuri yang beraksi, masyarakat dapat tidur nyenyak dimalam hari dan bekerja dengan nyaman disiang hari.

Petani tidak lagi merasa khawatir kehilangan hasil pertanian. Peternak bisa merasa nyaman karena tidak harus begadang untuk menjaga.ternaknya. Pedagang tidak risau lagi memikirkan keamanan barang dagangannya. Pokoknya, kalau kelompok massa kembali eksis, maka harta benda terjamin keamanannya.

Pasalnya, ketika diawal kemunculan kelompok massa di Bantaeng yang terinspirasi dari KALBA, banyak pencuri yang hidupnya berakhir tragis, terutama bagi mereka yang tidak mau bertobat, Bahkan tidak sedikit dari yang terduga pencuri melarikan diri meninggalkan Bantaeng karena takut dieksekusi oleh massa.

Pada kondisi terkini, Hasanuddin menekankan agar warga yang tergabung dalam kelompok massa tidak bertindak sewenang-wenang. Dia mengimbau untuk mentaati semua peraturan yang berlaku di negara ini. Hasanuddin melarang anggotanya main hakim sendiri. Kata dia, kalau ada yang terindikasi pencuri, harus diserahkan kepada pihak yang berwajib dengan catatan oknum tersebut membuat surat pertanyaan berhenti mencuri.

Kegiatan pergerakan massa tersebut turut mendapatkan pengawalan dan pemantauan dari aparat kepolisian, yakni Kasat Intelkam Polres Bantaeng beserta sejumlah anggota, Kapolsek Pajukukang bersama jajarannya Serta Kapolsek Tompobulu. Kehadiran aparat kepolisian tersebut merupakan bagian dari pengamanan kegiatan guna memastikan seluruh rangkaian aksi imbauan masyarakat berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Pergerakan massa diawali dari Desa Kaloling sebagai titik kumpul. Selanjutnya, rombongan bergerak menuju Desa Bajiminasa, Desa Pattallassang, Desa Bonto-Bontoa, Kelurahan Banyorang, Kelurahan Lembang Gantarangkeke, Kelurahan Tanah Loe, Desa Lumpangan, Desa Biangkeke, Desa Nipa-Nipa, dan Desa Tombolo, sebelum akhirnya kembali ke Desa Kaloling.

Orator lainnya, Rusdi, mewakili GPPM, menegaskan bahwa gerakan GPPM dan KALBA merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi keamanan daerah sekaligus upaya membangun kesadaran kolektif di tengah masyarakat.

Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat agar tidak bersikap apatis terhadap persoalan keamanan lingkungan. Menurutnya, terciptanya situasi yang aman dan kondusif membutuhkan keterlibatan semua pihak, baik masyarakat, pemerintah setempat maupun aparat penegak hukum. (wam/ft).

Bagi: