KALBA dan GPPM Minta Pencuri Bertobat

BANTAENG, FT — Nama KALBA yang pernah menjadi momok menakutkan bagi penjahat (pencuri), kian mengukuhkan keberadaannya di tengah-tengah masyarakat. Untuk kedua kalinya, komunitas massa peduli Kamtibmas ini bersama Gerakan Peduli Pembinaan Masyarakat (GPPM) Kabupaten Bantaeng, melakukan pawai.
Pada Sabtu (31/10/2026) sekitar 1,000 orang bergabung melintasi desa di tiga kecamatan, yakni Pa’jukukang dan Gantarangkeke dan Tompobulu. Di sepanjang perjalanan orator sekaligus inisiator KALBA, Hasanuddin, meminta masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban.

Hal yang menarik dari orasi Hasanuddin adalah, menyerukan kepada pencuri atau yang merasa pernah berprofesi sebagai pencuri untuk segera bertobat, berhenti mencuri. Hasanuddin yang juga anggota DPRD Bantaeng ini, mengimbau kepada pelaku garong agar mendatangi kantor polisi terdekat lalu membuat pernyataan, bertobat, “berhenti mencuri”.
Iring-iringan massa ini bahkan berhenti di beberapa perkampungan yang ramai. Orator menyampaikan pesan-pesan yang mengundang simpati masyarakat. Hasanuddin bernostalgia, bahwa di awal terbentuknya massa KALBA (Kaloling, Layoa, Bajiminasa), komunitas ini memberikan rasa aman kepada masyarakat dari bahaya pencurian. Dimana, kata dia, ketika tidak ada lagi pencuri yang beraksi, masyarakat dapat tidur nyenyak dimalam hari dan bekerja dengan nyaman disiang hari.
Petani tidak lagi merasa khawatir kehilangan hasil pertanian. Peternak bisa merasa nyaman karena tidak harus begadang untuk menjaga.ternaknya. Pedagang tidak risau lagi memikirkan keamanan barang dagangannya. Pokoknya, kalau kelompok massa kembali eksis, maka harta benda terjamin keamanannya.
Pasalnya, ketika diawal kemunculan kelompok massa di Bantaeng yang terinspirasi dari KALBA, banyak pencuri yang hidupnya berakhir tragis, terutama bagi mereka yang tidak mau bertobat, Bahkan tidak sedikit dari yang terduga pencuri melarikan diri meninggalkan Bantaeng karena takut dieksekusi oleh massa.

• Rekomendasi DPRD Terjawab, Rapat Pengurus Masjid Agung Dilaksanakan
• Semarak HUT RI ke-81, Bupati Bantaeng Buka Granat Fun Tennis
• PKK Bantaeng Aktif, Angka Stunting Turun Jadi 5,8 Persen
• Bersama Masyarakat Biangloe, Bupati Bantaeng Bersihkan Irigasi
• Dewan Tetapkan Rekomendasi LKPJ Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025
Pada kondisi terkini, Hasanuddin menekankan agar warga yang tergabung dalam kelompok massa tidak bertindak sewenang-wenang. Dia mengimbau untuk mentaati semua peraturan yang berlaku di negara ini. Hasanuddin melarang anggotanya main hakim sendiri. Kata dia, kalau ada yang terindikasi pencuri, harus diserahkan kepada pihak yang berwajib dengan catatan oknum tersebut membuat surat pertanyaan berhenti mencuri.
Kegiatan pergerakan massa tersebut turut mendapatkan pengawalan dan pemantauan dari aparat kepolisian, yakni Kasat Intelkam Polres Bantaeng beserta sejumlah anggota, Kapolsek Pajukukang bersama jajarannya Serta Kapolsek Tompobulu. Kehadiran aparat kepolisian tersebut merupakan bagian dari pengamanan kegiatan guna memastikan seluruh rangkaian aksi imbauan masyarakat berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Pergerakan massa diawali dari Desa Kaloling sebagai titik kumpul. Selanjutnya, rombongan bergerak menuju Desa Bajiminasa, Desa Pattallassang, Desa Bonto-Bontoa, Kelurahan Banyorang, Kelurahan Lembang Gantarangkeke, Kelurahan Tanah Loe, Desa Lumpangan, Desa Biangkeke, Desa Nipa-Nipa, dan Desa Tombolo, sebelum akhirnya kembali ke Desa Kaloling.
Orator lainnya, Rusdi, mewakili GPPM, menegaskan bahwa gerakan GPPM dan KALBA merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi keamanan daerah sekaligus upaya membangun kesadaran kolektif di tengah masyarakat.
Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat agar tidak bersikap apatis terhadap persoalan keamanan lingkungan. Menurutnya, terciptanya situasi yang aman dan kondusif membutuhkan keterlibatan semua pihak, baik masyarakat, pemerintah setempat maupun aparat penegak hukum. (wam/ft).