Penjual Sayuran di Pasar Sentral Bantaeng Keluhkan Sepi Pembeli

BANTAENG, FT, Penjual sayuran di pasar sentral Bantaeng mengeluhkan sepinya pembeli. Akibatnya barang dagangannya banyak yang rusak atau sudah tidak layak jual.
Salmah (50), mengaku mengalami kerugian karena dagangannya tidak laku. “Sawi dan kol saya banyak yang membusuk karena sudah tiga hari tidak terjual”, akunya, Kamis (15/10/2026).
Hal ini membuktikan rendahnya daya beli masyarakat yang berimbas pada lambatnya perputaran roda perekonomian di daerah ini. “Saya melihat fenomena tidak lakunya dagangan sayuran sebagai imbas dari rendahnya daya beli masyarakat”, ujar Hasbi, salah seorang pengamat ekonomi lokal Bantaeng.
Beberapa ibu rumah tangga yang ditemui di pasar mengeluhkan mahalnya harga bahan pokok. Semua jenis sayuran dan hasil bumi lainnya sangat mahal.
“Mahal sekali sekali barang-barang kebutuhan rumah tangga”, kata Nyonya Sri, warga Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng.
Hal senada diungkapkan Rahmi Putri, warga Kelurahan Bonto Rita Kecamatan Bissappu. Kata dia, biasanya kalau ke pasar bawa uang Rp 100.000, sudah bisa terpenuhi keperluan dapurnya.
Kalau sekarang, lanjut Rahmi, uang senilai itu hanya bisa membeli bawang merah sekilo, sawi sebonggol, ikan dan beras 2 liter.
Menurutnya harga sawi bonggol kecil Rp 10.000. Kacang tanah Rp 30.000 perliter. Ikan Rp 50.000, beras Rp 11 – 12.000 perliter.
• Pimpinan PDAM Tak Punya Ijazah, Komunitas BTR Bantaeng Datangi DPRD
• Ponpes Salafiyah Imamus Sunnah Bantaeng Fokus Bina Kaum Dhuafa dan Yatim Piatu
• K.H. Ahmad Kurnia: Ramadhan Bangkit
• Wabup Bantaeng Sambut 409 Mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar
• Tim Satres Narkoba Polres Bantaeng Tangkap Terduga Bandar Sabu
Ibu rumah tangga lainnya, mengatakan, sayuran jenis kangkung saja, kalau beli Rp 5.000 hanya dapat 3 ikat. Padahal biasanya Rp 1.000/perikat. Sayur bayam bervariasi, antara 2 – 3 ikat/Rp 5.000.
Dari semua jenis kebutuhan pokok ini, hanya beras yang tidak mengalami kenaikan harga. Hal ini dikarenakan adanya subsidi bantuan beras kerjasama Bulog setempat.
Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM, H Amiruddin, mengatakan, beras tidak mengalami kenaikan walau banyak petani gagal panen, karena ada penyaluran beras dalam kemasan melalui Bulog.
Harga Eceran Tertinggi beras dari pemerintah tersebut sudah ditentukan, yaitu Rp 62.000 dalam kemasan 5 kilogram.
