FT
FAJAR TIMUR
AKURAT • BERIMBANG • TERPERCAYA
TRENDING NOW Bupati Tekankan Pentingnya Peran Pemuda Dalam Pembangunan Daerah • PKK Bantaeng Aktif, Angka Stunting Turun Jadi 5,8 Persen • Ketua TP PKK Buka Seminar Reproduksi dan Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak • FAP Kamtibmas KALBA dan GPPM Konsolidasi Wujudkan Rasa Aman dari Pencuri • Kelompok Tani Matahari Bonto Manai Terima Mesin Pengering Jagung dari Kementerian Pertanian • Cegah Abrasi, Jajaran Polres Bantaeng Tanam Mangrove di Bombong • BPS Bantaeng Temukan Kekeliruan Data PKH • Pj Sekda Serahkan Rp 28.200.000 BLT Cukai Tembakau Kepada 47 Lansia dan Penyandang Disabilitas • Bupati Bantaeng di Hari Santri: Lanjutkan Perjuangan Ulama dengan Karya Nyata • Bupati Bantaeng Sambut 119 Siswa Athirah, Ternyata Alumni Athirah Juga • ?>
JADWAL JADWAL SHALAT HARI INI • Memuat...

K.H. Ahmad Kurnia: Ramadhan Bangkit

, 23 Februari 2026 - 00:12 WITA

BANTAENG, Fajar Timur — Pimpinan Pondok Pesantren Putri Al-Furqan Ereng-ereng, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, K.H. Ahmad Kurnia, mengajak jamaah tarwih Masjid Raodatul Mukarramah, Kelurahan Bonto Rita, Kecamatan Bissappu, agar membangkitkan semangat beribadah.

Dalam ceramahnya yang berdurasi 15 menit, Sabtu (21/02/2026), dia mengisahkan mimpi Thalhah bin Ubaidillah R.A., salah seorang sahabat Rasulullah Muhammad Saw. Dimana, Thalhah dalam mimpinya, menyaksikan pemandangan yang bertentangan dengan akal.

Dikisahkan, ada dua orang yang berasal dari salah satu suku Arab datang menemui Nabi Muhammad Saw. dan menyatakan memeluk agama Islam.

Setelah resmi memeluk agama Islam, salah satunya memilih menghabiskan hidupnya untuk berperang. Yang satunya lagi, tidak ikut berperang, beramal biasa-biasa saja dan hanya mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Qadarullah, lanjut Kiai, sahabat yang memilih ikut berperang menemui ajalnya. Setahun kemudian, sahabat yang tidak ikut berperang menyusul rekannya, meninggal dunia di kediamannya.

Dalam mimpinya, Thalhah melihat malaikat dari Syurga muncul dan mengajak sahabat yang meninggal di rumahnya untuk lebih dulu masuk ke dalam Syurga. Sementara rekannya yang gugur di medan jihad masuk belakangan.

Thalhah lalu menceritakan mimpinya dan langsung viral hingga sampai ke telinga Rasulullah. Nabi Muhammad Saw. menjelaskan, kenapa yang meninggal setahun kemudian lebih dulu masuk Syurga, karena dia beribadah selama setahun yang di dalam setahun itu ada bulan Ramadhan.

Dengan begitu, pastilah amalnya lebih banyak dibandingkan dengan temannya yang gugur di medan jihad setahun sebelumnya. Maknanya, lanjut Kiai, tidak selamanya yang syahid di Medan jihad lebih unggul amal baiknya.

Oleh karena itu, kata Kiai, mari menjadikan bulan suci ini sebagai Ramadhan Bangkit sesuai motto Bupati, “Bantaeng Bangkit”. Artinya, jangan hanya di awal Ramadhan kita bersemangat menjalankan ibadah puasa dan amalan sunnah lainnya. Tetapi kebangkitan semangat Ramadhan harus tuntas hingga malam atau hari terakhir puasa.

Bagi:
WA FB X IG TikTok