Cegah Abrasi, Jajaran Polres Bantaeng Tanam Mangrove di Bombong

BANTAENG, FT –– Bombong adalah nama perkampungan di Desa Biangkeke, Kecamatan Pa’jukukang. Kampung yang berjarak sekitar 6 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Bantaeng ini, menjadi obyek bakti sosial jajaran Polres Bantaeng Polda Sulawesi Selatan, Jumat (23/10/2026).

Bentuk bakti sosial yang dilakukan personel Polres Bantaeng adalah menanam pohon mangrove (bakau) di sepanjang pesisir pantai Bombong yang bertujuan untuk mencegah abrasi. Masyarakat setempat menyambut baik program bakti sosial tersebut sebagai wujud nyata kedekatan polisi dengan masyarakat. “Kami sangat mendukung penanaman pohon bakau oleh personel Polres Bantaeng. Semoga semua yang ditanam dapat tumbuh dan menjadi benteng bagi kampung kami dari serangan abrasi”, ujar Hasyim.

Kegiatan peduli lingkungan yang dimulai pukul 07.00 dipimpin Kapolres Bantaeng, AKBP Andi Mayasari Patongai didampingi Wakapolres Kompol Andi Ikbal dan sejumlah pejabat utama Polres, Kapolsek Pa’jukukang bersama anggota, seluruh jajaran Polres, perangkat desa dan masyarakat setempat.
• Dinas Pol PP dan Damkar Bantaeng Kerahkan 20 Personel ke Kampung Beru
• Bupati Bantaeng Minta Laporkan Jika Ada Oknum Jual Beli Jabatan
• Surat Keberatan Mutasi Mantan Asisten III Setda Bantaeng Dinilai Salahi Tata Naskah Kedinasan
• Bupati Ajak Masyarakat Saling Memaafkan
• Sambut HUT Propam ke-24, Wakapolres Bantaeng Serahkan Sembako
Kapolres, mengatakan, tugas kepolisian saat ini tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan konvensional. Tetapi juga menjaga keamanan lingkungan hayati, hubungan yang sinergis antara polisi dengan masyarakat menjadi pilar utama dalam menyukseskan perbaikan ekosistem pesisir ini.

Bakti sosial yang dikemas dengan nama “Green Policing”, diharapkan oleh Kapolres agar dapat menjadi benteng ekologis yang kokoh di sepanjang pesisir Bantaeng. “Mangrove yang kita tanam hari ini adalah investasi keselamatan untuk masa depan, baik dalam menahan abrasi, mencegah intrusi air laut, maupun memulihkan habitat biota laut yang mulai rusak,” papar AKBP Andi Mayasari.
