FT
FAJAR TIMUR
AKURAT • BERIMBANG • TERPERCAYA
TRENDING NOW Bupati Tekankan Pentingnya Peran Pemuda Dalam Pembangunan Daerah • PKK Bantaeng Aktif, Angka Stunting Turun Jadi 5,8 Persen • Ketua TP PKK Buka Seminar Reproduksi dan Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak • FAP Kamtibmas KALBA dan GPPM Konsolidasi Wujudkan Rasa Aman dari Pencuri • Kelompok Tani Matahari Bonto Manai Terima Mesin Pengering Jagung dari Kementerian Pertanian • Cegah Abrasi, Jajaran Polres Bantaeng Tanam Mangrove di Bombong • BPS Bantaeng Temukan Kekeliruan Data PKH • Pj Sekda Serahkan Rp 28.200.000 BLT Cukai Tembakau Kepada 47 Lansia dan Penyandang Disabilitas • Bupati Bantaeng di Hari Santri: Lanjutkan Perjuangan Ulama dengan Karya Nyata • Bupati Bantaeng Sambut 119 Siswa Athirah, Ternyata Alumni Athirah Juga • ?>
JADWAL JADWAL SHALAT HARI INI • Memuat...

Bupati Pimpin Rakor Gerakan Peduli Air Bersih LANJUTAN HALAMAN 2 DARI 2

, 5 Oktober 2026 - 20:31 WITA

Pemerintah daerah bersama Forkopimda dan seluruh pemangku kepentingan terus melakukan pemetaan terhadap wilayah yang mengalami penurunan debit air dan masuk dalam kondisi kekeringan ekstrem.

Program “Bantaeng Peduli” direncanakan berlangsung mulai 6 Oktober hingga 6 November 2026. Distribusi air bersih dilakukan dua kali dalam sepekan dengan rentang jeda tiga hari.

Ia menjelaskan, kondisi kekeringan terjadi setelah hujan terakhir tercatat turun di Bantaeng pada minggu ketiga Juli 2026. Hari tanpa hujan kemudian berlangsung sejak awal Agustus hingga saat ini.

Kondisi tersebut berdampak terhadap sulitnya akses air bersih bagi masyarakat di sejumlah wilayah, selain menyebabkan kekeringan pada lahan pertanian dan perkebunan meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Untuk Kecamatan Pa’jukukang, terdapat lima desa yang terdampak, yakni Batu Karaeng, Nipa-Nipa, Pa’jukukang, Borong Loe, dan Biangloe. Di wilayah tersebut tercatat 19 titik distribusi berbasis dusun.

Sementara di Kecamatan Bissappu, wilayah terdampak meliputi Bonto Rita, Bontosunggu, Bonto Atu, Bonto Lebang, Bonto Cinde, Bonto Jai, dan Bonto Langkasa. Terdapat sekitar 60 titik yang mengalami krisis air bersih berbasis RT dan RW.

Berdasarkan informasi BMKG yang disampaikan dalam rakor, awal musim hujan di Kabupaten Bantaeng diperkirakan masuk pada minggu kedua Desember 2026, dengan puncak musim hujan diperkirakan berlangsung pada Januari hingga Maret 2027. Kondisi kekeringan yang berlangsung juga berdampak terhadap lahan pertanian dan perkebunan.

Gerakan bersama ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa kekeringan sekaligus memperkuat koordinasi antar instansi dalam penanganan dampak kekeringan di Kabupaten Bantaeng.

Halaman: 1 2
Bagi:
WA FB X IG TikTok