MUI Bantaeng Latih Kompetensi Da’i Menuju Dakwah Wasathiyah

BANTAENG, FT — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bantaeng berupaya mewujudkan juru dakwah agama Islam (Da’i atau Mubalig) yang diharapkan dapat menjadi pemersatu bangsa yang beragam dalam kebhinekaan. Dengan pola dakwah moderat yang sistematis, para pendakwah menyampaikan materi dakwahnya dengan hikmah dan kebijaksanaan.
Penguasaan pola dan struktur dakwah moderat memainkan peranan penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dimana para Da’i/Mubalig mampu menciptakan daya tarik bagi pendengarnya karena materi dakwah yang disampaikannya tidak memihak dan tidak menguntungkan satu golongan.

Dakwah moderat mencegah munculnya aliran garis keras yang berpotensi merongrong kewibawaan pemerintah yang berimplikasi padat perpecahan sesama anak bangsa. Dakwah moderat mampu mewujudkan toleransi yang kuat antar dan inter pemeluk agama di negara ini.
MUi sebagai wadah berhimpun ulama san cendekiawan Islam, khususnya di Kabupaten Bantaeng, melanjutkan gagasan dakwah moderat sebagai kebijakan pemerintah pusat yang dikemas melalui acara pelatihan Da’i Terpadu dengan tema “Mengokohkan Kompetensi Da’i Menuju Dakwah yang Wasathiyah”.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni, Sabtu, 31 Oktober – 1 November 2026, bertempat di ruang pola kantor Bupati Bantaeng, Jalan Andi Mannapiang Nomor 5 Kelurahan Lamalaka, Kecamatan Bantaeng.
Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta dari MUI tingkat Kecamatan dan dari berbagai organisasi dan lembaga keagamaan yang ada di Kabupaten Bantaeng, di antaranya Muhammadiyah, PCNU, Wahdah Islamiyah, DMI, BKMT, Aisyiyah, Muslimat NU, BKPRMI, Pemuda Muhammadiyah, GP Ansor, MDM, dan IDMI.
• Bupati Bantaeng Teken MoU Program Insentif Kinerja Berbasis Ekologis
• Semarak HUT ke-81 RI, Ketua TP PKK Bantaeng Ikuti Lomba Kemerdekaan
• Lantik 24 Pejabat, Bupati Tekankan Maksimalkan Kinerja
• Bupati Lantik Kepala Sekolah dan Fungsional Guru
• Pemkab Bantaeng Rencana Kelola TPI Birea

Bupati Bantaeng, Muhammad Fathul Fauzi Nurdin yang akrab disapa Uji Nurdin, menilai, penguatan kapasitas para dai muda menjadi semakin penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang turut membawa perubahan dalam kehidupan sosial masyarakat, termasuk tantangan terhadap pemahaman dan kepercayaan keagamaan di kalangan generasi muda.
“Para dai muda harus mampu menjawab tantangan zaman. Dakwah tidak cukup hanya menyampaikan pesan-pesan keagamaan, tetapi juga harus mampu memberikan pencerahan, menyejukkan hati, serta membimbing masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik,” katanya.

Bupati berharap, melalui pelatihan ini daoat terbangun sinergitas yang semakin kuat antarlembaga keagamaan dalam mencetak dai yang kompeten, berintegritas, dan mampu menghadirkan dakwah Islam yang moderat (wasathiyah), sehingga nilai-nilai keagamaan dan akhlak mulia terus tumbuh di tengah masyarakat Kabupaten Bantaeng.
Hadir dalam acara ini, Ketua MUI Kabupaten Bantaeng, Dr. Hamza Israil; Unit Intel Kodim 1410/Bantaeng, Letda Kav. Andi Reski, mewakili Dandim 1410/Bantaeng; Kabag Ren Polres Bantaeng, Kompol Salman Salam, mewakili Kapolres Bantaeng; Ketua Baznas Kabupaten Bantaeng, A. Rakhmad Ab. Kr. Dode; Kasubag TU Kementerian Agama Kabupaten Bantaeng, Sopyan Yasri, mewakili Kepala Kantor Kemenag Bantaeng; serta sejumlah tokoh agama dan undangan lainnya. (wam/ft)
