Plt Direktur RSUD Anwar Makkatutu Dituding Ciptakan Suasana Tak Kondusif

BANTAENG, FT — Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Prof Anwar Makkatutu Bantaeng, dr. Yusri Lisangan, dituding menciptakan suasana tak kondusif lingkup pegawai rumah sakit.
Beberapa orang kerabat pegawai rumah sakit yang ditemui, mengatakan, Yusri terkesan bertindak arogan. Salah satu indikatornya adalah, mengumpulkan HP milik semua pegawai rumah sakit ketika melakukan rapat internal.
“Ada beberapa orang keluarga saya bekerja di rumah sakit. Dia mengeluhkan sikap dr. Yusri selaku Plt Direktur”, kata Ahmad,.
Sumber lainnya, Haris, mengaku, ada keluarganya yang menyampaikan, kalau mutasi internal rumah sakit dilakukan oleh Plt Direktur atas dasar suka atau tidak suka.
Media ini berusaha menemui beberapa pegawai rumah sakit untuk mengkonfirmasi info tersebut, memilih bungkam. “Mereka tidak mau bicara karena takut akan ditindak oleh Plt Direktur”, ujar sumber di rumah sakit.
Hanya satu staf rumah sakit yang berani bicara tapi tidak mau disebut jatidirinya. Itupun, dia hanya mengatakan, selama bertugas di rumah sakit, barusan ada Plt Direktur yang kumpulkan HP saat rapat.
Yusri juga dituding melakukan mutasi dengan mengatasnamakan Bupati Bantaeng, Muhammad Fathul Fauzi Nurdin. “Dia selalu mengatasnamakan Bupati”, ujar sumber.
Dikonfirmasi, Senin (12/10/2026), Yusri mengatakan, tidak pernah membawa-bawa nama Bupati dalam melaksanakan mutasi. “Mutasi internal adalah wewenang saya. Pak Bupati tidak tahu menahu tentang mutasi”, kilahnya.
• Bupati Bantaeng Dampingi Kapolda Sulsel Panen Raya Jagung
• Bupati Tegaskan Perlunya Peningkatan Kinerja Dalam Situasi Efisiensi Anggaran
• Bupati Bantaeng Pimpin Rapat Kesiapan Pemenuhan Data Program Strategis Nasional 2026
• Cegah Tawuran Pelajar, Kapolsek Bantaeng Gelar Razia
• Bersama Kajari, Bupati Bantaeng Hadiri Optimalisasi Program Jaga Desa
Dia juga meminta agar dipertemukan dengan sumber yang memberikan informasi ke fajartimur.id. “Jika betul ada yang pernah dengar saya bilang, bisa diketemukan (pertemukan, red) orangnya?”, ujar Yusri.
Menurutnya, semua mutasi internal berdasarkan usulan dari pelayanan medis. “Itu berdasarkan usulan pelayanan medis. Laporan yang masuk di Laporan Pak Dir diinvestigasi dan ternyata betul”, urainya.
Dia beralasan, mutasi yang dilakuan tersebut bertujuan memberikan efek jera. Hanya saja, Yusri tidak menjelaskan efek jera dan obyek efek jera yang dimaksud “Kami lakukan mutasi agar dapat jadi efek jera dan tidak melakukan lagi”, tulis Yusri via WhatsApp.
