BANTAENG, Fajar Timur — Rekaman mirip suara Direktur PDAM Bantaeng, Suwardi, viral dan menjadi perbincangan serius di beberapa grup media sosial dan dibagikan berkali-kali.
Isi rekaman yang berdurasi empat menit dan dua detik itu menyangkut soal proyek di Lanynying, Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere.
Seorang penelpon berinisial A, menghubungi orang yang suaranya mirip Suwardi. “Assalamu Alaikum Ustaz. Dimanaki, ributki. Alaikum Mussalam. Ya A, dianuka, di pasar malam”.
Dalam dialog via ponsel, A menanyakan kembali kepada Ustaz tentang pembicaraan sebelumnya. Lalu dijawab, kalau memang mau kerja itu saja yang di Lanynying. “Ambilmi kerja itu pagar sama tamannya”, kata Ustaz.
Ustaz yang disebut oleh A dalam rekaman itu, juga terungkap nama H yang diduga dijanji proyek. Bahkan juga menyebut Bupati.
Dialog kian menarik ketika Ustaz menyebut angka 40 sampai 50 juta. Hanya saja, resikonya nanti bulan Juli baru bisa dibayarkan.”Kalau mauki dikasih 40 sampai 50 bisa tonjim supaya tidakmi dikerja toh”, imbuh Ustaz.
A tidak langsung menyetujui. Dia akan menyampaikan ke bapaknya tawaran tersebut. “Kenapa kukeras selama ini karena pak Bupati sendiri yang kasih bapakku”, ujar A.
Ustaz bilang ke A, kalau mau, keuntungan saja dikasih nanti tim saja yang kerja. “Itumi tanya saja bapakta. Kalau mau keuntungan saja dikasih nanti tim yang kerja”.
Dikonfirmasi, Senin (12/01/2026) di ruang kerjanya, Suwardi mengakui bahwa rekaman yang viral itu betul adalah suaranya. “Betul. Itu suara saya. Hanya saja saya tidak tau kenapa bocor ke publik”, akunya.
Suwardi menjelaskan, dirinya bukanlah makelar proyek. Dia hanya sekadar bermaksud membantu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Saya sama sekali tidak mengurus proyek. Saya hanya membantu teman yang butuh pekerjaan karena mau menikah”, jelasnya.
Soal penyebutan nama Bupati adalah inisiatifnya sendiri. “Sama sekali tidak ada kaitannya dengan Bapak Bupati. Itu adalah inisiatif saya sendiri dengan tujuan menenangkan si A”, pungkasnya. (*)
