Bupati Bantaeng Harap Pondok Pesantren As’adiyah Jadi Pusat Pendidikan Keagamaan di Uluere

Sementara itu, Ketua Yayasan As’adiyah Bonto Tangnga, Hj. Nusyam, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pesantren ini dirintis dari rasa keprihatinan sekaligus cinta yang mendalam terhadap masa depan generasi muda di Kecamatan Ulu Ere.

Ia menjelaskan bahwa Pondok Pesantren As’adiyah Bonto Tangnga mendapatkan dukungan penuh dari As’adiyah Pusat di Sengkang sejak awal perintisannya. Pesantren ini resmi dirintis pada 15 Agustus 2025 dengan dukungan wakaf lahan dari para wakif seluas kurang lebih 1 hektare untuk pembangunan kawasan pesantren.

“Walaupun saat ini masih berbentuk Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), dalam kurun waktu empat bulan sejak dibuka sudah tercatat 81 santri yang mendaftar, serta didukung oleh empat orang ustadz dan ustadzah yang aktif mengajar”, ungkapnya.

Kegiatan peletakan batu pertama ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan Pondok Pesantren As’adiyah Bonto Tangnga sebagai lembaga pendidikan Islam yang mampu mencetak generasi berakhlak mulia, berilmu dan berdaya saing di Kabupaten Bantaeng.

Acara tersebut turut dihadiri, Kapolsek UluEre Iptu Daeng Masinna mewakili Kapolres Bantaeng, Kasubsi Penyidik Kajari Bantaeng Abi Rafdi Zhafiri mewakili Kajari Bantaeng, Babinsa Bonto Tangnga Serka Ahmad mewakili Dandim 1410/Bantaeng, Pimpinan dan perwakilan Pondok pesantren As’adiyah pusat Sengkang dan Cabang Bantaeng Andi Hasbi Gani, Camat Uluere Munir Hasanuddin Gassing dan Para pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Bantaeng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *