BANTAENG, Fajar Timur — Seluas 662,04 hektar sawah di Bantaeng terancam gagal panen. Sementara 18,45 hektar dipastikan gagal. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Bantaeng, Mahyuddin, Kamis (20/08/2026).
Kadis mengemukakan, berdasarkan validasi data terakhir, ada tiga klasifikasi terdampak yakni ringan seluas 55,29 hektar, sedang 21,77 hektar, dan berat seluas 261,68 hektar.
Dikatakan Kadis, Pemkab Bantaeng melalui Dinas Pertanian, sudah melakukan langkah antisipasi jauh sebelum musim tanam tahun ini. “Kami sudah melakukan langkah antisipasi sebelum musim tanam”, katanya.
Menurutnya, langkah antisipasi tersebut antara lain, mempercepat musim tanam dengan harapan bisa terhindar dari dampak El Nino. Juga, kata dia, petani diimbau agar menanam bibit padi yang tahan terhadap cuaca ekstrem.
Kadis menyatakan, bencana kekeringan ini tidak bisa dihindari. Walau pada umumnya areal persawahan di Bantaeng merupakan sawah irigasi. Tapi sungai yang menjadi sumber air untuk irigasi juga debit airnya sangat kecil.
Selain imbauan mengantisipasi kemarau panjang, kata lanjut Kadis, pihaknya membangun koordinasi dengan OPD lainnya, yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Satpol PP dan Damkar setempat.